Berita & Kegiatan
Indofood Dukung Penelitian Mahasiswa terkait Pangan Berbasis Kelautan, Sumber Pangan Potensial melalui Program Indofood Riset Nugraha

Jakarta, 7 September 2016 – Sebanyak 58 proposal penelitian bidang pangan mahasiswa S1 memperoleh bantuan dana penelitian dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2016-2017 yang mengangkat tema "Mencerdaskan Bangsa melalui Kemandirian Pangan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal".

 

Sudah saatnya Indonesia menggali kembali dan mengembangkan potensi pangan yang berbasis pada kearifan lokal sebagai upaya mengatasi ancaman krisis pangan dewasa ini, khususnya pada pangan laut. Indonesia memiliki banyak sumber pangan laut tetapi memiliki keterbatasan dalam pengolahan sumber daya pangan ini. Melalui IRN, Indofood sebagai perusahaan makanan mencoba menumbuhkan kreativitas, ide-ide yang inovatif khususnya dalam diversifikasi pangan lokal. 

 

Sejak awal diluncurkan pada Mei 2016, proposal penelitian yang diajukan berjumlah 148 proposal. Walaupun ada penurunan pada jumlah proposal yang masuk dalam program tahun ini, Indofood tetap berupaya untuk meningkatkan kualitas penelitian. “Indofood selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas program IRN melalui Coaching Clinic yang dipusatkan di daerah Indonesia Timur yang tahun ini dipusatkan di Ternate dan Mataram. Selain itu penerima dana IRN juga mendapatkan Leadership Training,” ungkap Ketua Program IRN Suaimi Suriady. Coaching clinic diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa yang berada di wilayah Indonesia Timur mengingat adanya potensi pengembangan sumber daya pangan di daerah tersebut khususnya pangan laut. 

 

Tidak hanya coaching clinic untuk memperkuat basis penelitian di Indonesia Timur, tetapi IRN juga memberikan leadership camp kepada penerima dana IRN untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian. Melalui program ini mahasiswa yang tergabung dalam program IRN akan mendapatkan materi tentang norma atau falsafah pelaksanaan penelitian, pengumpulan dan analisis data penelitian serta kiat melakukan publikasi hasil penelitian. “Kami percaya, dengan teknologi, inovasi dan penelitian yang handal dapat menghasilkan solusi-solusi pangan masa depan dan juga peneliti-peneliti hebat yang dapat mengembangkan kekayaan pangan Indonesia,” tegas Suaimi.

 

Ketua tim pakar  IRN, Prof. DR. Ir FG Winarno mengatakan banyak potensi pangan berbasis sumber daya laut yang dapat dioptimalkan mengingat luasnya lautan mencapai sekitar 70% wilayah Indonesia dan merupakan wilayah Mega-Biodiversity terbesar di dunia yang memiliki berbagai spesies ikan, rumput laut dan terumbu karang. Oleh karena itu IRN secara khusus memberikan perhatian kepada para mahasiswa dari Universitas2 di Indonesia Timur. Tahun ini ada 21 mahasiswa berhasil lolos dalam program IRN. Kedua puluh satu mahasiswa ini bergabung bersama dengan 58 mahasiswa lainnya yang berasal dari 24 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia dan telah melalui tahapan seleksi baik administrasi yang dilakukan oleh sekretariat panitia maupun seleksi substansi yang dilakukan oleh tim pakar program Indofood Riset Nugraha.

 

Selain komoditas perikanan dan kelautan, ada berbagai komoditas darat lain yang menjadi fokus penelitian yakni gandum/terigu, jagung, pisang, singkong, kelapa sawit, kentang, kedelai, beras merah, kacang hijau, dan susu. Para peserta program IRN dapat melakukan penelitian maksimal dalam waktu satu tahun. Audit terhadap penelitian dilakukan oleh Tim Pakar IRN dalam dua tahap. Audit I adalah untuk memonitor perkembangan penelitian sekaligus mengevaluasi. Audit tahap II dilaksanakan sebelum laporan akhir penelitian. 

 

General Manager Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana, mengajak para mahasiswa agar memunculkan pemikiran-pemikiran yang kreatif dan positif dalam menghasilkan riset-riset unggulan yang tidak sekedar demi tugas akhir, tetapi mampu diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat banyak khususnya bagi upaya pengembangan pangan di tanah air.

 

---Selesai---

 

Tentang Indofood Riset Nugraha (IRN)

IRN adalah program penghargaan bagi peneliti unggul di bidang penganekaragaman pangan, yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia. Program tersebut merupakan salah satu tanggung jawab sosial perusahaan dalam pilar Building Human Capital. Program IRN telah diakui dan mendapatkan penghargaan Asia Responsible Enterpreneurship Awards 2010 untuk kategori Investment in People dari Enterprise Asia, Anugerah Peduli Pendidikan 2011 dari Kementerian Pendidikan Nasional. 

 

Program IRN dimulai sejak 2006 sebagai lanjutan dari program serupa dengan nama Bogasari Nugraha, yang telah dirintis tahun 1998 oleh Bogasari Flour Mills, salah satu divisi di bawah PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

 

Proposal yang diajukan setiap tahunnya harus melewati proses penilaian yang sangat ketat. Sejak diluncurkannya program ini, telah tercatat 4.702 proposal diajukan mahasiswa, dosen, dan peneliti dari berbagai lembaga. Dari ribuan proposal yang masuk, hingga saat ini 669 proposal dinyatakan layak untuk program IRN.

 

Tim penilai proposal terdiri dari para pakar pada bidangnya seperti Bidang Teknologi Pangan – Universitas katolik Atmajaya Jakarta; Bidang Sosial, Ekonomi Pertanian – Universitas Negeri Lampung; Bidang Budidaya Pertanian – Universitas Brawijaya Malang; Bidang Teknologi Pangan – Institut Pertanian Bogor; Bidang Peternakan – Universitas Gadjah Mada Yogyakarta; Bidang Gizi dan Kesehatan – Universitas Indonesia;  Bidang Teknik Kimia – Institut Teknologi Bandung dan Indofood.

 

Tentang PT Indofood Sukses Makmur Tbk

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (“Indofood”) (BEI : INDF) adalah perusahaan Total Food Solutions yang terkemuka dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan  proses produksi, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. 

 

Indofood memperoleh manfaat dari ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari 5 (lima) Kelompok Usaha Strategis (“Grup”) yang saling melengkapi, sebagai berikut:

Dengan didukung oleh kekuatan merek-merek produknya, Grup CBP memproduksi beragam produk konsumen bermerek antara lain mi instan, produk dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, dan minuman.

Grup ini memiliki kegiatan usaha utama memproduksi tepung terigu dan pasta, didukung oleh unit usaha perkapalan dan kemasan. .

Kegiatan usaha utama Grup Agribisnis meliputi penelitian dan pengembangan, pemuliaan benih bibit, pembudidayaan dan pengolahan kelapa sawit hingga produksi dan pemasaran produk minyak goreng, margarin dan shortening. Di samping itu, kegiatan usaha Grup ini juga mencakup pembudidayaan dan pengolahan karet dan tebu serta tanaman lainnya. 

Dengan jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia, Grup ini mendistribusikan sebagian besar produk konsumen Indofood dan anak-anak perusahaannya, serta berbagai produk pihak ketiga.

Grup ini menjalankan kegiatan usaha terintegrasi yang didorong oleh permintaan (integrated demand-driven operation) dengan kemampuan budidaya dan pengolahan yang beragam, serta memproduksi produk bermerek. 

 

Kontak Media:

Stefanus Indrayana

General Manager Corporate Communications

PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Sudirman Plaza Indofood Tower Lantai 9

Jl. Jend. Sudirman Kav 76-78

Jakarta 12910

Telp.: +62 21 57958822

Email : indrayan@indofood.co.id

 

 
Lihat apa yang terjadi di Indofood Riset Nugraha
Audit Tahap II Progam Indofood Riset Nugraha Periode 2015-2016
Coming Soon